NAWA AKSARA
Nawa Aksara, begitulah yang pernah diceritakan ayah kepadaku, dia menceritakan sosok Ir Soekarno yang dia kagumi. Ada kilatan-kilatan berkas cahaya masa lalu ketika aku mengingatnya. Saat itu aku masih kecil, masih lugu dan penuh kegembiraan. Di dalam rumah yang jendelanya meneruskan cahaya pagi, aku berlarian sambil tertawa. Di luar terlihatan kilatan cahaya seperti kristal, itu baju basah yang sedang dijemur oleh ibu.
Entah mengapa aku menulis ke arah masa lalu itu. Sebenarnya yang aku rasakan saat menulis blog pertama ini adalah sebuah perasaan saat usiaku sudah mencapai angka 26 tahun. Ternyata, sudah jauh dari masa kecil itu. Badanku sudah banyak berubah, pemikiranku sangat dipengaruhi apa yang aku baca, yang aku alami, dan yang timbul dari interaksiku dengan masyarakat. Aku sadar kategoriku adalah seorang sanguinis, tapi kenapa introvert, ternyata itu hal yang biasa banyak ku temui juga di masyarakat.
Lagu-lagu sunda yang dinyanyikan Heti Koes Endang berngiang di telingaku, masa kecil dan pagi itu terasa kembali. Memang orangtuaku suka memutar lagu itu ketika pagi, tahun berapa itu? mungkin 1993-1994 yang lalu. Kedua orangtuaku bukan suku Sunda, mereka suku Jawa yang sudah tidak bisa berbahasa Jawa tapi fasih berbahasa Madura. Jangan bingung, kalau kalian dilahirkan di Inggris dan tak pernah pulang, maka kalian tidak akan bisa berbahasa Indonesia.
*Alur berpikirku acak, jadi jangan bingung kalau pembahasanku lompat ke sana kemari
*Alur berpikirku acak, jadi jangan bingung kalau pembahasanku lompat ke sana kemari
Aku menonton film Tenggelamnya Kapal van Der Wijck di Bioskop XXI Botani Square Kota Bogor. Jangan penasaran, karena memang aku kuliah dan sempat bekerja di Kota Hujan itu. Aku merasakan sebuah de ja vu saat menonton film itu. Sejak dulu, si SMP, aku selalu melihat buku Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck tapi aku tidak tergugah membacanya. Begitu juga di SMA, beberapa kali buku itu ku temui di Perpustakaan, tapi tak ingin rasanya membacanya. Enam tahun berlalu dari masa, itu dan aku menonton filmnya, aku terkejut...
Ternyata cerita seperti itu berulang dari masa ke masa, seperti film "Cloud Atlas".
Ternyata cerita seperti itu berulang dari masa ke masa, seperti film "Cloud Atlas".
Komentar
Posting Komentar